Pontianak — suarafaktanews.com
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pontianak mendapat perhatian dari berbagai pihak Senin (24/08/2026). Salah satunya dari seorang pencinta binatang asal Jakarta yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Kepedulian tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan masker untuk masyarakat Pontianak yang terdampak asap. Bantuan tersebut disalurkan melalui perwakilan tim yang berada di Pontianak, setelah pencinta binatang asal Jakarta tersebut meminta bantuan tim untuk menyalurkan masker secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Aksi pembagian masker dilakukan pada Senin sore hingga malam hari. Masker dibagikan kepada warga, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan.
Sejumlah titik yang menjadi lokasi pembagian masker di antaranya kawasan Bundaran Tugu Bambu Runcing Universitas Tanjungpura (Untan), Jalan Merdeka, hingga Jalan Gajahmada, Pontianak.

Masyarakat terlihat antusias menerima bantuan tersebut. Sejumlah warga dan pengemudi ojek online juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan di tengah kondisi kabut asap yang masih mengganggu aktivitas masyarakat.
“Terima kasih atas kepeduliannya. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami, apalagi kondisi asap masih terasa,” ujar salah seorang warga yang menerima masker.
Bantuan masker tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap bagi masyarakat, khususnya mereka yang harus tetap berada di luar rumah untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Asap Pontianak Belum Reda, Sekolah Masih Diliburkan
Kabut asap yang masih terjadi di Pontianak juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah untuk melindungi para pelajar dari paparan udara yang tidak sehat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengeluarkan kebijakan agar kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk sementara dihentikan hingga kondisi dinilai aman.
Selama pembelajaran tatap muka dihentikan, para siswa mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah. Kebijakan tersebut akan berlangsung hingga kondisi udara kembali memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran secara langsung.
Situasi ini menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga telah memengaruhi kegiatan pendidikan di Kota Pontianak.
Pembagian Masker Berlanjut ke Hari Berikutnya
Aksi sosial pembagian masker yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut rencananya akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
Perwakilan tim di Pontianak akan kembali menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga dan pengemudi ojek online yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi asap.
Kepedulian tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan yang diberikan secara langsung dinilai sangat berarti bagi warga yang saat ini tengah menghadapi kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.
Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya reda, aksi sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama kondisi udara belum kembali normal. (redaksi*haikal*)