LKPI Dukung Waterfront TPI Kubu Raya, Burhanudin Abdullah: Harus Berdampak pada Ekonomi Rakyat
KUBU RAYA, KALBAR – suarafaktanews.com
Ketua Umum Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), Burhanudin Abdullah, menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menata kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) melalui pembangunan waterfront di sepanjang Jalan TPI menuju Pelabuhan Perikanan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Burhanudin, rencana pembangunan waterfront tersebut merupakan langkah positif untuk memperbaiki wajah kawasan pesisir sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menilai, penataan kawasan TPI tidak boleh hanya berorientasi pada keindahan dan pembangunan fisik. Lebih dari itu, proyek tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi nelayan, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Pembangunan waterfront harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Jangan hanya memperindah kawasan, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memberikan manfaat langsung bagi nelayan serta pelaku UMKM,” demikian pandangan Burhanudin.
Libatkan Masyarakat Lokal
Burhanudin menegaskan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan waterfront. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal dan pelaku usaha setempat untuk ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan maupun kegiatan ekonomi setelah kawasan tersebut ditata.
Menurutnya, kawasan TPI memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas ekonomi pesisir yang lebih tertata, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.
Namun, pengembangan tersebut harus tetap memperhatikan fungsi utama kawasan sebagai pusat kegiatan perikanan. Aktivitas bongkar muat, distribusi hasil tangkapan, akses nelayan, dan kegiatan perdagangan ikan harus tetap berjalan dengan baik.
“Jangan sampai penataan kawasan justru menyulitkan nelayan dalam menjalankan aktivitasnya. Fungsi utama pelabuhan perikanan harus tetap terjaga, sementara peluang ekonomi baru bagi masyarakat juga perlu dikembangkan,” ujarnya.
Pembangunan Harus Terencana dan Berkelanjutan
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, LKPI berharap pembangunan waterfront direncanakan secara matang dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, akses jalan, drainase, serta kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Burhanudin juga menilai pentingnya transparansi dalam pelaksanaan pembangunan agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan kepentingan publik.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, nelayan, UMKM, dan masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur semata, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan kawasan pesisir Kubu Raya.
LKPI berharap rencana pembangunan waterfront TPI dapat direalisasikan dengan perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang transparan, serta orientasi yang jelas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita, pembangunan ini benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat Kubu Raya, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan. Waterfront harus menghadirkan kawasan yang lebih tertata, ekonomi yang bergerak, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat,” tutup Burhanudin Abdullah.
(Redaksi)